Minggu, 20 Juli 2014

Gerak Harmoni Alam



Kehidupan modern yang penuh dengan ketegangan dan tingkat stress yang tinggi telah membuat manusia menyimpang dari unsur keseimbangan alam dan bermanifestasi dalam ujud penyakit jantung, ginjal, liver, dan sebagainya. Hal inilah yang telah memicu kerinduan banyak orang untuk kembali kepada kehidupan yang natural.


Fenomena yang terjadi akhir-akhir ini adalah banyaknya sanggar-sanggar kebugaran seperti Fitness Center, klub Yoga, senam Tai Chi, lembaga seni pernafasan, dsb yang ramai dikunjungi oleh para eksekutif, pemimpin bisnis, artis, dan pria atau wanita karier. Itu semua adalah upaya mereka untuk kembali kepada keseimbangan hidup, menghilangkan tekanan, dan meraih potensi optimal.
.
.
CARA PENGOBATAN ALAMIAH KUNO YANG KEMBALI DIMINATI
.
Kepercayaan terhadap efek kesembuhan dan kesehatan yang di dapat melalui olah gerak fisik, sudah ada sejak zaman China kuno. Di sekitar tahun 190 Masehi, di sana sudah mulai dikembangkan cara penyembuhan maupun pencegahan penyakit dengan melakukan latihan fisik dengan menirukan pola-pola gerak binatang. Konon budaya inilah yang dikembangkan menjadi jurus-jurus ampuh untuk membeladiri baik dari serangan musuh maupun sakit-penyakit.
.
.
PERMAINAN LIMA HEWAN
.
Alkisah pada zaman dinasti Han Timur, hiduplah seorang tabib bernama Hua Tuo. Ia menciptakan latihan yang membantu meningkatkan kesehatan dan kebugaran, serta memperpanjang usia. Permainan Lima Hewan ini bahkan masih populer hingga sekarang.
.
Ketika seorang muridnya bertanya mengenai rahasia kesehatan dan kebugaran fisiknya sampai berusia tua, ia menjelaskan dengan metafora sebuah pintu. Ia membimbing muridnya ke pintu depan rumahnya. Lalu ia membuka dan menutupnya perlahan beberapa kali. Kemudian ia membawa muridnya ke gudang belakang rumahnya, membuka dan menutup pintunya berulang kali.

Kemudian ia meminta muridnya untuk memperhatikan perbedaannya. Kedua pintu itu dibangun bersamaan, tapi karena pintu utama sering digunakan dan engselnya terus berputar mengakibatkan pintu ini bergerak lebih lancar. Sebaliknya pintu gudang yang jarang digunakan, lama-kelamaan engselnya menjadi kaku, berkarat dan berjamur.

.
Hal yang sama berlaku pada tubuh manusia. Jika kita berlatih dengan rajin, tubuh kita menjadi kuat dan berfungsi optimal. Sebaliknya kalau kita malas bergerak, tubuh kita akan menjadi lemah.
.
Tabib Hua Tuo menciptakan jurus lima hewan untuk melatih tubuh tetap kuat dan bugar sampai tua. Di bawah bimbingannya sang murid tersebut berlatih dengan tekun dan tetap sehat sepanjang hidupnya. Ia hidup sampai berusia 100 tahun lebih.
.

.
JURUS LIMA HEWAN SHAOLIN
.
Jurus Lima Hewan Shaolin diciptakan oleh Tat Mo Chou Su (Bodhidarma), seorang biksu India yang tiba di Cina pada tahun 520. Ia datang ke Biara Shaolin untuk mengajarkan meditasi. Akan tetapi karena para biksu di sana (ketika itu) memiliki tubuh yang lemah, mereka tidak dapat mengikuti bermeditasi dalam waktu yang lama.
.
Ketika Tat Mo Chou Su sedang sendirian di tengah jalan menuju puncak Wuru dekat biara, dia menyaksikan pertarungan antara seekor burung bangau dan seekor ular. Ia menjadi terinspirasi dan selama sembilan tahun ia menciptakan jurus lima hewan yaitu: Jurus macan, bangau, macan tutul, ular dan naga.
.
Ia kembali ke biara dan menurunkan ketrampilan barunya pada para biksu. Biksu-biksu itu menjadi kuat dan segar dengan latihan ini. Mereka tidak lagi cepat lelah ketika bermeditasi. Sejak saat itu seni beladiri menjadi tradisi di biara Shaolin dan ketenarannya terus menyebar luas. Dan Tat Mo Chou Su dikenal sebagai pendiri seni beladiri Cina klasik.
.
.
PERGURUAN SILAT YANG MENGAJARKAN GERAK LIMA HEWAN
.
Apakah masyarakat Indonesia membutuhkan latihan seperti itu? Dan perlukah mencarinya sampai ke negeri Cina? Padahal kalau membutuhkan, banyak perguruan Silat di Indonesia yang juga mengajarkan jurus-jurus yang ampuh dan indah ala Shaolin tersebut. Sebut saja Perguruan Silat PGB Bangau Putih dan Perguruan Silat Awan Putih (PSAP) misalnya, juga mengajarkan jurus-jurus binatang seperti macan, bangau, monyet, ular, dan naga kepada para muridnya.
.
Jurus-jurus tersebut merupakan pola gerak yang indah dan artistik namun praktis untuk membeladiri. Jurus-jurus itu paralel dengan unsur-unsur alam sehingga dapat membawa manusia kembali pada kesehatan dan vitalitas yang alamiah setelah banyak yang menyimpang dari keseimbangan alam akibat gaya hidup modern.
.
Berbagai hasil latihan telah dirasakan oleh banyak warga kedua perguruan yang bermarkas di Bogor – Jawa Barat tersebut, seperti penyembuhan sakit sesak nafas (asma), migrain, rematik, gangguan tekanan darah, diabetes, dan masih banyak lagi.
.
Jadi bagaimana dengan Anda? Let’s Back To Nature!
.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Search