Minggu, 20 Juli 2014

Legenda Li Ching Yun Manusia Berusia 256 Tahun


Pada Mei 1933, majalah The New York Times dan Time memberitakan kematian seorang kakek tua yang berasal dari China bernama Li Ching Yuen. Yang menjadi perdebatan adalah umurnya, Li Ching Yuen mengaku bahwa dia lahir pada tahun 1736. Dengan demikian berarti dia berusia 197 tahun pada hari kematiannya.

Beberapa ilmuwan China yang penasaran mulai bekerja untuk menyelidiki kebenarannya. Profesor Wu Chung Chien dari universitas Minkuo menemukan data yang membuktikan bahwa usia Li bukanlah 197 seperti yang dikatakan oleh li sendiri

Wu Chung Chien menemukan sebuah catatan dari kerajaan Cina yang memberikan ucapan selamat kepada Li Ching Yun atas ulang tahunnya yang ke-150 tahun pada tahun 1827. Apabila pada tahun 1827 ia berulang tahun ke-150, maka itu berarti catatan kerajaan menunjukkan bahwa Li lahir pada tahun 1677 dan saat meninggal di tahun 1933, ia berumur 256 tahun. Ia telah hidup melewati sembilan kaisar pada dinasti Qing selama 256 tahun. Ia menjadi manusia terlama hidup yang pernah dicatat sepanjang sejarah (kecuali yang tercatat dalam Kitab Suci tentunya).

Kita tidak tahu pasti kebenaran dari riwayat hidupnya yang bercampur dengan legenda, rumor dan dongeng tersebut. Satu-satunya fakta ialah bahwa ia seseorang yang nyata dan hidup sehat sampai usia yang sangat tua, jauh lebih tua daripada orang-orang lainnya.



Li diceritakan lahir di Chi Jian Hsien, pegunungan propinsi Szechuan, China, dimana umur panjang melambangkan kebesaran seseorang. Ia dilahirkan antara tahun 1677 atau 1678, menurut catatan tersebut. Kisah hidupnya kemudian mengalir seperti sebuah kisah dari film-film silat yang kita tonton. Sejak usianya 10 tahun, ia sudah berkelana ke Kansu, Shansi, Tibet, Annam, Siam, dan Manchuria untuk mengumpulkan tanaman obat. Ia menghabiskan tujuh puluh tahun pertamanya mengelilingi China untuk mengumpulkan dan menjual obat-obatan herbal. Dalam perjalanannya, ia juga menguasai ilmu beladiri, chi kung, dan ahli tanaman herbal, termasuk ginseng, Asiatic pennywort, dan wolfberry China.

Selama hidupnya, Li dikenal sebagai seorang herbalis dan ahli kungfu. Ketika berumur tujuh puluh satu tahun, Li pindah ke Kai Hsien, bekerja sebagai ahli strategi militer dan guru seni beladiri untuk Angkatan Darat China selama 170 tahun. Pada tahun 1927, Jenderal Yang Sen mengundang Li untuk tinggal bersamanya sehingga ia bisa mempelajari rahasia Li yang dapat menghambat penuaan usianya.

Setahun kemudian, Li kembali ke rumahnya untuk tinggal bersama isterinya yang ke-24. Beberapa sumber mengatakan bahwa Li telah menguburkan 23 Istri dan pada saat meninggalnya ia hidup bersama istri ke 24. Dari ke-24 istrinya, Li memiliki anak cucu hingga 11 generasi dan berjumlah sekitar 200 orang. Walapun usianya sudah 200 tahun lebih, namun dalam pandangan orang-orang ia kelihatan seperti seseorang yang berusia 60 tahun-an. Saat itulah The New York Times ada di sana, dan melaporkan bahwa banyak pegawai kawakan di lingkungan Li bersumpah bahwa Li telah menghabiskan waktu bersama kakek mereka, yang pada saat itupun, dia sudah sangat jauh lebih tua daripada kakek mereka.

Pada 1933, li pernah berkata kepada seorang sahabat,"Aku telah menyelesaikan semua hal yang harus diselesaikan di dunia ini, sekarang aku akan pulang." Li Ching Yun meninggal tidak lama setelah itu pada tanggal 06 Mei 1933. Pada saat kematiannya, ucapan dukacita untuk Li dipublikasikan oleh media-media ternama dunia, termasuk The New York Times dan Times Magazine.

"Jagalah agar hatimu tetap tenang, duduklah seperti kura-kura, berjalanlah dengan riang seperti merpati dan tidurlah seperti seekor anjing." Itulah kalimat nasehat yang diberikan oleh Li Chung Yun ketika seorang kepala suku bernama Wu Pu Fei mengundangnya ke rumah dan menanyakan rahasia umur panjang.

Menurut berita yang disiarkan oleh Majalah Time, Li Ching-yun lahir Tahun 1677 dan meninggal pada usia 256 tahun. Ketika ditanya apa rahasia umur panjang, maka Li Ching-yun mempunyai beberapa resep, yaitu:
  • Mengutamakan Mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan (Sayur-Mayur)
  • Biarkan hati tetap tenang
  • Duduk seperti kura-kura
  • Sigap Berjalan Seperti Punai, dan
  • Tidur seperti anjing

BLUE ZONE

Dan Buettner, penulis "The Blue Zones: Pelajaran Panjang Umur dari Orang Yang Hidup Terlama," melakukan penelitian terhadap orang-orang yang berumur panjang. Dalam bukunya, ia meneliti gaya hidup dari empat populasi geografis yang berbeda di seluruh dunia.

Semua kelompok: penduduk Okinawa, Sardinia, California Advent, dan Costa Rica-memiliki potensi hidup sampai lebih dari 100 tahun yang jauh lebih besar dari kebanyakan orang, atau mereka hidup belasan tahun lebih lama dari rata-rata. Dia menyebut tempat di mana kelompok-kelompok ini hidup "zona biru."

Menurut penelitian Buettner, semua kelompok zona-biru adalah komunitas yang secara alamiah memadukan unsur-unsur gaya hidup sehat seperti: pola makanan sehat, berjalan jauh dari rumah mereka ke tempat kegiatannya, dan pandangan hidup yang positif.

Mereka makan diet bahan sayuran. Kelompok Advent di Loma Linda, California, banyak makan kacang-kacangan dan sayuran hijau seperti yang disebutkan dalam Alkitab (Kejadian 1:29). Penggembala yang tinggal di dataran tinggi Sardinia mengonsumsi roti gandum tak beragi, keju dari hewan makan-rumput, dan anggur khusus.

Buettner menemukan bahwa diet rendah kalori membantu dalam memperpanjang hidup, seperti yang ditunjukkan oleh sebuah kelompok lansia sehat Okinawa yang memraktekkan aturan Konfusianisme berhenti makan ketika 80 persen penuh.

Karena tidak semua dari kita memiliki kesempatan untuk pindah ke daerah "Blue Zone", maka yang dapat kita lakukan adalah mengikuti pola hidup mereka di tempat kita masing-masing berada. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meniru pola hidup mereka dengan kegiatan-kegiatan yang kita rancang sendiri:
  • Pola makanan sehat (diet rendah lemak)
  • Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan
  • Berlatih olahraga (yang bersifat aerobik dan latihan beban)

Referensi-referensi
Blue Zones; Rahasia Hidup Sehat Orang-Orang tertua di Dunia, Dan Buettner, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010

The Secret Of People Who Never Get Sick, Gene Stone, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010

DR. Yang Jwing-Ming dalam bukunya “Muscle/Tendon Changing and Marrow/Brain Washing Qigong” menyatakan bahwa Li adalah seorang ahli herbal yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di gunung-gunung. Pada tahun 1927, Jenderal yang Sen (dari kemiliteran China) mengundang Li untuk dating ke tempat tinggalnya di Wan Hsien, propinsi Sichuan, di mana foto yang dilampirkan dalam artikel ini diambil. Sumber: Jwing-Ming, Yang (1989). Muscle/Tendon Changing and marrow/Brain Washing Chi Kung: The Secret of Youth. YMAA Publication Centre. ISBN 0-940871-06-8

Pemimpin pasukan militer China, Jenderal Yang Sen, menulis sebuah catatan tentang Li yang berjudul “A Factual Account of The 250 Year-Old Good-Luck Man”, di mana ia mendeskripsikan penampilan Li: “Dia memiliki tatapan mata yang bersih dan ia pun melangkah dengan cepat serta tangkas; Li memiliki tinggi badan sekitar 7 kaki, memiliki kuku yang sangat panjang, dan wajah yang kemerah-merahan.” Sumber: Sen Yang. A Factual Account Of The 250 Year-Old Good-Luck Man, Taipei, Taiwan, Chinese and Foreign Literature Storehouse

“Qigong Teaching of a Taoist Immortal: The Eight Essential Exercises of Master Li Ching Yuen”, buku Stuart Alve Olson yang diterbitkan pada tahun 2002 mengajarkan cara praktek jurus “Tenaga Dalam Delapan Diagram Telapak Tangan” yang diajarkan oleh Master TT. Liang (Liang Tung Tsai), yang mana ia pelajari dari jenderal Yang Sen yang belajar langsung dari Li. Sumber: Olson, Stuart Alve (2002), Qigong Teachings of a Taoist immortal: The Eight Essential Exercises of Master Li Ching Yuen, Healing Arts Press, ISBN 0-89281-945-6

Seorang Taoist fundamental, yaitu Master Liu Pai Lin, yang tinggal di Sao Paulo, Brazil, dari tahun 1975, hingga tahun 2000, memiliki foto-foto lain dari Master Li di dalam kelasnya. Dalam foto-foto ini wajah Master Li terlihat dengan jelas, terlihat pula kukunya yang panjangdan melengkung. Master liu Pai Lin pernah menemuinya di China, dan menyebut Master Li sebagai salah seorang gurunya, ia sempat pula belajar dari Master Li tentang jurus “Kekosongan” (Wuji), Sumber: Lin Liu Pai: Hayashi, Yoshitsugu: Shioda, kenichi (1995), taoist Chi Kung Secret Transmission, ISBN 4-88481-426-6

Salah seorang murid Li, yaitu Master Tai Chi bernama Da Liu menceritakan kisah ini. Pada saat Li berusia 130 tahun, ia berjumpa dengan seorang pertapa di sebuah gunung yang kemudian mengajarinya Jiulong Baguazhang (sembilan naga delapan diagram telapak tangan) dan Qigong (tenaga dalam) dengan instruksi pernapasan khusus, pergerakan dan cara mengkordinasikannya dengan suara spesifik serta rekomendasi makanan. Da Liu mengatakan bahwa Mr.Li dapat memiliki umur panjang karena ia secara teratur melakukan latihan-latihan tersebut setiap hari, secara teratur, dengan benar dan dengan tulus selama 120 tahun. Sampai saat ini, para praktisi Jiulong Baguazhang modern mengakui bahwa pengetahuan yang mereka peroleh berasal langsung dari Li.


http://id.wikipedia.org/wiki/Li_Ching-Yuen


http://www.kaskus.co.id/thread/51a69ee87c12436f4d000008/li-ching-yuen-sang-manusia-kuno-dari-china-kebenaran-mitos-rahasia-umur-panjang/1


Sabtu, 05 Januari 201

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Search