Jumat, 01 Agustus 2014

Ilmu Pengembangan Diri Tertua dan Terefektif Di Dunia


Ilmu Pengembangan Diri, dalam bentuk psikologi populer, manajemen diri, cara mencapai sukses, sampai penemuan mutakhir teknologi pengembangan diri seperti NLP,Egostate therapy , Mind Teknology, dll berkembang dengan sangat pesat dewasa ini. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tak bisa kita hindari dalam kehidupan ini dan teknologi pengembangan diri merupakan alat bantu/ekstensi untuk mengembangkan kemampuan diri manusia.

Perkembangan teknologi Pengembangan Diri memang sangat diperlukan. Setiap inovasi pengembangan diri diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan keyakinan diri, kekuatan dan energi untuk melakukan aktivitas dengan lebih baik, efisien dan efektif. Tetapi tahukah Anda, bahwa ada Ilmu pengembangan diri tertua dan tercanggih di dunia ini? Ya... benar ada Ilmu Pengembangan Diri yang tertua di dunia dan juga tercanggih untuk mengubah diri kita menjadi lebih kuat, percaya diri, efektif dan efisien dalam mencapai tujuan kita. Ilmu pengembangan diri yang pertama di dunia ini adalah Ilmu Bela Diri.


Ilmu Bela Diri berasal dari dunia Timur dan merupakan bagian eksotis dari kebudayaan tradisional China. Isinya adalah seni pukulan dan senjata yang lengkap dan kaya. Seni ini juga dibagi menjadi berbagai aliran dan gaya. Dengan menggunakan tenaga dan kelenturan dalam pelaksanaannya.


Seni Bela Diri China (Kung Fu) merupakan asal mula semua seni bela diri di dunia. Awal terciptanya Seni ini bisa dilacak kembali hingga ke zaman prasejarah... Pada waktu itu, manusia harus bersaing dengan banyak binatang buas yang berkeliaran di Bumi dan sering diserang oleh binatang-binatang itu. Manusia terus belajar untuk bertarung melawan binatang buas, baik untuk membeladiri maupun untuk berburu. Lama-kelamaan, manusia mengembangkan beberapa gerakan bertahan dan menyerang.  Ilmu Beladiri yang paling sederhana dan paling langsung ini adalah bentuk awal seni bela diri China.

Kemudian, sementara masyarakat manusia terus berkembang, suku bangsa dan desa-desa muncul. Perkelahian dan pertempuran pecah di antara suku-suku ketika mereka memperebutkan makanan dan daerah. Perkelahian antar manusia jauh lebih rumit daripada pertempuran mereka dengan hewan, dan ini menghasilkan penemuan dan pengembangan lebih banyak tehnik dan senjata. Jadi, seni bela diri terlahir karena kebutuhan manusia untuk mempertahankan eksistensinya dan mengembangkan kekuatan serta kekuasaannya.


PERKEMBANGAN DI JAWA

Dalam tradisi Nusantara, khususnya di Jawa, sejak dulu juga sudah dikenal istilah "kanuragan". Kanuragan adalah suatu praktek olah tubuh, yang pada gilirannya menyentuh segi-segi lebih dalam, termasuk sisi mental dan spiritual.  Dalam istilah Jawa itu pula, terdapat istilah "raga, rasa dan karsa". Ketiga kosa-kata tersebut mengacu pada tingkat-tingkat kematangan hidup, di mana karsa merupakan dimensi yang dalam istilah modern, berkekuatan mentransendensikan segala hal menjadi sesuatu yang paling esensial bagi manusia. Dalam dimensi itu, terlepaskan segala perbedaan manusia. Yang ada cuma satu, yakni manusia dan kemanusiaan itu sendiri. Kebudayan beserta segala sifat keragamannya selalu memiliki peluang untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan diri manusia itu sendiri.



JURUS-JURUS SILAT MEMPUNYAI CONDITIONING EFFECT 

Almarhum WS Rendra yang merupakan Tokoh dari PGB Bangau Putih pernah mengatakan: "jurus-jurus Silat mempunyai conditioning effect. Seseorang yang lemah kepribadiannya bisa dilatih menjadi berkepribadian kuat dan dinamis dengan melatih dirinya dengan jurus-jurus silat yang bersifat keras dan berrtenaga seperti jurus harimau misalnya. Gerakkan jurus yang kuat dan bertenaga tersebut akan mempengaruhi jiwanya sehingga menjadi kuat dan berani. Sebaliknya seseorang yang terbiasa menyukai kekerasan, bisa disembuhkan dengan melatih jurus-jurus yang gerakkannya bersifat lembut, anggun dan membutuhkan kesetimbangan badan seperti misalnya, jurus bangau.

Coba bandingkan teori tersebut di atas dengan teori psikologi modern seperti yang diajarkan oleh Professor William James (dari Harvard University) maupun Anthony Robbins (Pelatih Pengembangan diri & NLP terkenal di dunia) berikut.


William James (ahli Psikologi Harvard University) mengatakan:

"Tindakan mengikuti perasaan, tapi sebenarnya tindakan dan perasaan berjalan seiring.; dan dengan jalan mengatur tindakan, yang berada di bawah kontrol kemauan kita secara langsung, kita bisa mengatur perasaan kita yang tidak teratur secara tidak langsung.

Maka jalan paling mudah menuju kegembiraan, di saat kegembiraan spontan kita hilang adalah berdiri dengan penuh semangat dan bertindak seakan-akan kita gembira.

Untuk merasa berani, bersikaplah seakan-akan kita berani, gunakan segala kemauan kita untuk bisa berani, dan kemauan untuk berani cenderung akan menggantikan tempat ketakutan."   


Anthony Robbins mengatakan:

"Dengan mengubah fisiologi tubuh, kita bisa mengubah perasaan, dan dengan mengubah perasaan, kita juga mengubah keadaan.

Untuk mengubah seseorang yang tertekan dalam hitungan detik, Anda hanya perlu mengubah fisiologi tubuhnya, dan sekejap Anda telah mengubah keadaannya.

Jadi, lain kali, jika Anda merasa tertekan atau inferior, Anda dapat mengubah keadaan Anda dalam sekejap, menjadi penuh kekuasaan dan superior.   Dengan mengubah fisiologi Anda. Dengan menegakkan tubuh, dengan menegapkan dada, dengan mengangkat kepala, dengan menempatkan diri dalam fisiologi penuh daya, Anda akan terbebas dari tekanan mental. Cobalah kalau dalam sikap iniAnda dapat merasa tertekan. Anda akan temukan bahwa hal itu hampir mustahil. Sebaliknya, otak Anda menerima pesan dari fisiologi Anda untuk waspada, hidup, dan penuh daya." 


JADI, DENGAN BERLATIH GERAK JURUS BELADIRI YANG DINAMIS, KUAT DAN BERTENAGA SEKALIGUS JUGA LENTUR DAN SEIMBANG, MAKA KITA SECARA OTOMATIS MELATIS JIWA DAN KEPRIBADIAN KITA MENJADI BERANI, TEGAS, KUAT DAN JUGA PENUH PENGENDALIAN DIRI.


Sumber:
* Unlimited Power, Anthony Robbins, Pustaka Delaprasta, Jakarta,1996, Hal 137
* Cara Paling Tepat dan Mudah Untuk Berbicara dan Berpidato, Dale Carnegie, CV Pionir Jaya, Bandung, 1986
*Origins Chinese Martial Arts, Jack Cheung, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 2003
*Mind Body Spirit; Aku Bersilat, Aku Ada, Bre Redana, Kompas Penerbit Buku, Jakarta, 2013
*Beladiri Menuju Penafsiran kembali, Kompas, Minggu, 23 Februari 1986

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Search